NTTHits.com, Kupang - Gerakan Pangan Murah (GPM) tingkat Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilakukan guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus menstabilkan pasokan harga pangan.
Gerakan Pangan Murah digagas oleh Badan Pangan Nasional RI bekerja sama dengan kementerian dan lembaga, serta seluruh pelaku pangan, dan digelar secara serentak di 341 titik di 300 kabupaten/kota se-Indonesia, termasuk Kota Kupang yang dilaksanakan, Kamis, 29 Juni 2023.
Baca Juga: Idul Adha, Pondok Pesantren Darul Aulia Kota Kupang Sembelih 150 Ekor Sapi Kurban
"Kegiatan ini sangat strategis, karena dapat mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan,"kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrenzy Funay.
Menurut dia, pemerintah pusat dan daerah saat ini terus giat, berupaya menangani dan menekan laju inflasi. Berbagai upaya dan kerja sama terus dilakukan, termasuk dengan melakukan operasi pasar dan pasar murah. Gerakan pangan murah tersebut, diharapkan membawa dampak yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Kupang, sebagai konsumen dan juga para pelaku usaha di bidang pangan.
Acara ini juga untuk memecahkan rekor museum rekor dunia sebagai gerakan pangan murah serentak terbanyak di Indonesia.
Baca Juga: Hari Raya Idul Adha, 15 Mesjid di Kota Kupang Terima Hewan Kurban Pemerintah
Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Kupang, Paul Seubelan, mengatakan, Gerakan Pangan Murah ikut melibatkan tiga kelompok tani binaan Dinas Ketahanan Pangan Kota Kupang dan turutpula berkolaborasi bersama Perum Bulog dan para distributor setempat.
"Gerakan Pangan Murah ini ikut melibatkan tiga kelompok tani binaan Dinas Ketahanan Pangan Kota Kupang, selain berkolaborasi dengan Bulog dan distributor,"kata Paul.
Gerakan Pangan Murah seretak se-Indonesia menjadi kegiatan yang memecahkan rekor MURI sebagai gerakan pangan murah serentak terbanyak di Indonesia. (*)