ekonomi

PTBI 2024, Langkah Bersama Perkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi NTT

Sabtu, 30 November 2024 | 22:02 WIB
Pertemuan Tahunan BI NTT

NTTHits.com, Kupang - Perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang positif meskipun menghadapi ketidakpastian global.

Hal tersebut disampaikan dalam perhelatan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2024 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat, 29 November 2024 secara offline maupun daring.

Baca Juga: Mubes II, Alan Girsang Dipilih Kembali Nahkodai Klub Motor Kupang Max Owner Periode 2024-2027

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, pada perhelatan tersebut, menyampaikan optimisme Bank Indonesia (BI) bahwa perekonomian Indonesia ke depan akan semakin baik, namun dengan tetap mewaspadai sejumlah tantangan tantangan global yang meningkat.

Sejalan dengan hal tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas upaya Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan sinergi antar lembaga dalam satu kesatuan untuk mencapai apa yang dicita-citakan.

Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 tetap kuat pada kisaran 4,8-5,6persen, dan akan terus meningkat menjadi 4,9-5,7persen pada 2026 didukung oleh konsumsi swasta, investasi, dan kinerja ekspor yang cukup baik. Inflasi akan tetap terkendali dalam rentang sasaran 2,5±1persen pada 2025 dan 2026 didukung konsistensi kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Baca Juga: PNM dan Philippine Women’s Association Dorong UMKM Naik Kelas dengan Webinar dan Bazar Inspiratif

Dengan optimisme tersebut, ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan, seperti tingkat pendidikan rendah, kemiskinan tinggi, dan prevalensi stunting. Namun, bonus demografi yang diproyeksikan bertahan hingga 2035 memberikan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi.

Dalam sambutan Pj. Gubernur NTT yang disampaikan oleh Asisten II Setda NTT, Flori Rita Wuisan, bersama memperkuat komitmen dalam mendukung program yang mendorong pertumbuhan ekonomi, stabilitas inflasi, dan perluasan digitalisasi yang sejalan dengan arah pembangunan NTT.

Baca Juga: Ketua DPD NasDem Kota Kupang Ucapkan Selamat Bagi Paket CS-an, Fraksi NasDem Siap Dukung Program Kerja

Pemerintah Provinsi NTT juga mengapresiasi dukungan Bank Indonesia yang terus berkolaborasi dengan pemerintah dan K/L dengan memberikan rekomendasi dan melaksanakan fungsi advisory.Tahun 2025 akan menjadi momentum penguatan ekonomi Provinsi NTT dengan pertumbuhan yang diproyeksikan menguat pada interval 4,02-4,82persen.

Merujuk sambutan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT yang diwakili oleh Deputi Kepala Perwakilan Pratyaksa Candraditya, berbagai kebijakan strategis pro-stability dan pro-growth diterapkan untuk menjaga stabilitas, dan mempercepat transformasi ekonomi di NTT di antaranya, pengendalian inflasi melalui sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan program unggulan GNPIP.

Baca Juga: BRI Mini Soccer Media Clash Sukses Meriahkan HUT ke-129 BRI

Digitalisasi keuangan melalui implementasi sistem pembayaran non-tunai dengan QRIS dan BI-FAST, pemberdayaan UMKM melalui dukungan klaster pangan, business matching pelaku usaha lokal di pasar nasional dan internasional, penguatan kebijakan ekonomi keuangan inklusif dan hijau, perhelatan Strategic Flagship Event, serta dukungan Program Sosial Bank Indonesia.

Halaman:

Tags

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB