ekonomi

Berdaya Lewat Alpukat, Kisah Sukses Petani Desa Baran Gembongan dengan BRI

Kamis, 21 November 2024 | 09:38 WIB
Alpukat Gembongan

NTTHits.com, Jakarta – Alpukat, buah bertekstur lembut dan kaya gizi, menjadi simbol perubahan bagi Desa Baran Gembongan, Kecamatan Ambarawa, Semarang. Berkat Program Klasterku Hidupku yang digagas oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), desa ini kini dikenal sebagai sentra penghasil alpukat unggulan lokal dengan kualitas terbaik.

Salah satu tokoh utama di balik transformasi ini adalah Agus Riyadi, Ketua Klaster Pusat Pemasaran dan Edukasi Budidaya Alpukat (Pusbikat). Perjalanan Agus dimulai sederhana. Pada 2011, ia hanya menanam dua pohon alpukat di halaman rumahnya. Berkat ketekunan dan hasil panen yang memuaskan, banyak tetangganya mulai tertarik mengikuti jejaknya.

"Awalnya Pusbikat ini hanya mencakup satu wilayah kecil, tetapi sekarang sudah berkembang menjadi satu kampung," cerita Agus saat menghadiri Bazaar Klasterku Hidupku di Taman BRI pada 15 November 2024.

Baca Juga: Paket JUANG Pastikan Jawab Mimpi Eusabius Binsasi. David - Roni : Jaminan Kami, Ciptakan Iklim Investasi Yang Kondusif dan Kepastian Hukum di TTU.

Kini, Desa Baran Gembongan memiliki 20 petani alpukat yang menghasilkan buah berkualitas premium. Tekstur daging alpukat yang lembut, rasa gurih, dan kandungan gizinya membuat alpukat dari desa ini banyak diminati di pasar lokal.

Peran BRI dalam Perjalanan Sukses
Keberhasilan Agus dan Pusbikat tidak lepas dari dukungan permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ia akses pada 2020 melalui BRI. Modal tersebut digunakan untuk memperluas lahan tanam dan meningkatkan hasil produksi. "Dari nol, saya belajar mulai dari menyiapkan bibit, perawatan, hingga pemasaran," ujar Agus.

Hasilnya sangat memuaskan. Dengan tiga kali panen setahun, Agus mampu menghasilkan 1-2 ton alpukat per hari pada masa panen terbaik. Harga jual alpukat yang berkisar Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan.

Baca Juga: BRI Raih Penghargaan Internasional Berkat Inovasi BRIAPI, Wujudkan Transformasi Digital Perbankan Indonesia

Namun, bagi Agus, manfaat dari Program Klasterku Hidupku bukan sekadar keuntungan finansial. "Kami mendapat banyak pengalaman, relasi, dan promosi. Branding produk kami pun semakin dikenal. Ini semua sangat penting untuk keberlanjutan usaha," tambahnya.

Mengubah Desa Menjadi Ikon
Melalui Pusbikat, Agus tak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat. Ia mengajarkan budidaya alpukat kepada warga desa, bahkan yang memiliki lahan terbatas. “Kami ingin masyarakat tahu, bertani alpukat bisa dilakukan di depan atau belakang rumah, tidak harus skala besar,” katanya.

Ke depan, Agus berencana memperluas jangkauan klaster ini dengan menggandeng lebih banyak mitra, baik petani lokal maupun pelaku usaha lainnya. Ia juga berharap BRI terus mendukung permodalan, khususnya untuk mempermudah pengiriman produk alpukat ke berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: Pilkada TTU. Paket JUANG Fokus Penataan Kota Kefamenanu Jika Terpilih Memimpin Kabupaten Timor Tengah Utara

Komitmen BRI untuk UMKM
Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, menegaskan komitmen BRI dalam mendampingi pelaku UMKM seperti Agus. “Kami tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga pelatihan dan program pemberdayaan lainnya. Harapannya, UMKM dapat tumbuh semakin tangguh,” ungkapnya.

Program Klasterku Hidupku telah menjadi inspirasi bagi banyak kelompok usaha lainnya. “Semoga kisah sukses Klaster Pusbikat ini memotivasi kelompok usaha di berbagai daerah untuk ikut berinovasi dan berdaya,” tutup Supari.

Halaman:

Tags

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB