ekonomi

BI NTT, Pemprov dan ISEI Kolaborasi Gelar Dialog Ekonomi

Rabu, 20 November 2024 | 17:02 WIB
Dudu Baomong Perekonomian NTT

NTTHits.com, Kupang - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTT bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) berkolaborasi selenggarakan dialog perekonomian, “Duduk Ba Omong Perekonomian NTT 2024”.

 

Dialog perekonomian, “Duduk Ba Omong Perekonomian NTT 2024” mengusung tema Strategi Optimalisasi Sumber Ekonomi Baru dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi NTT,  menghadirkan pembicara, Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI), Prof. Dr. Bustanul Arifin, Ekonom Bank Mandiri, Dendi Ramdani, Ph.D, dan Guru Besar Ekonomi Pertanian Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu.

Baca Juga: Rumah BUMN BRI, Tempat UMKM Tumbuh dan Menembus Pasar Internasional

"Duduk bersama cari solusi untuk mendorong perekonomian NTT, salah satu upaya komitmen BI untuk turut serta mendorong pertumbuhan ekonomi NTT,"kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT, Agus Sistyo Widjajati, dalam rilis tertulis, Rabu, 20 November 2024.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi NTT terus meningkat, meskipun belum setinggi periode pra-pandemi. Sejak 2021, ekonomi NTT tumbuh rata-rata sebesar 3,22persen (yoy) atau berada di bawah kinerja rata-rata 5 tahun sebelum pandemi yang mencapai 5,10persen (yoy).

Kinerja ekonomi NTT belum mampu kembali tumbuh di atas rata-rata nasional sebesar 5,04persen (yoy). Sumbangan Industri pengolahan terhadap perekonomian NTT yang masih terbatas sebesar 1,36persen dan produktivitas pertanian padi sebesar 4,57 ton/ha masih di bawah rata-rata nasional.

Baca Juga: Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Labuan Bajo, Muhamad Rudini Cs Dilaporkan ke Polisi

Kondisi ini menyebabkan tingginya ketergantungan NTT terhadap barang dari luar daerah. Di sisi lain, karakteristik geografis berbentuk kepulauan, menyebabkan konektivitas menjadi tantangan NTT.

"Berangkat dari kondisi tersebut, Kantor Perwakilan BI berkolaborasi dengan Pemprov NTT dan ISEI menyelenggarakan dialog perekonomian,"tambah Agus.

Selain menjaga stabilitas ekonomi dengan kebijakan pro-stability, kebijakan pro-growth turut ditempuh Bank Indonesia. Pengembangan UMKM sebagai penopang perekonomian dilakukan melalui peningkatan kapasitas kelompok subsisten, mendorong akses pasar dan pembiayaan, penguatan sertifikasi usaha dan digitalisasi.

Baca Juga: Dramatis! Tim Pra Popnas NTT Tundukkan Kaltim 4-3, Buka Peluang ke Popnas 2025

Penguatan peran Bank Indonesia dalam mendorong produktivitas dilaksanakan melalui Program Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (PI-KEKDA) diterapkan secara terintegrasi dengan program unggulan GNPIP, seperti perluasan penerapan good agricultural practices hingga hilirisasi produk pertanian.

"Melalui strategi yang tepat dan implementasi berbagai program pengembangan dengan sinergi yang erat bersama berbagai pemangku kepentingan, niscaya pertumbuhan ekonomi NTT mampu tumbuh pesat menuju NTT yang maju, sejahtera, dan melampauinya,"terang Agus.

Halaman:

Tags

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB