ekonomi

Indeks Bisnis UMKM Triwulan III 2024, Ekspansi Bisnis UMKM Melambat, Daya Beli Perlu Diperkuat

Selasa, 5 November 2024 | 11:02 WIB
UMKM BRI

NTTHits.com, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengumumkan hasil survei Indeks Bisnis UMKM Triwulan III 2024 pada Senin (04/11).

Hasilnya, meskipun ekspansi bisnis UMKM masih berlangsung, lajunya melambat, tercermin dari Indeks Bisnis UMKM yang turun ke level 102,6 dari sebelumnya 109,9 pada Triwulan II 2024. Perlambatan ini menunjukkan adanya tantangan baru di tengah usaha UMKM.

Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, menyatakan bahwa meski level indeks masih berada di atas 100, perlambatan disebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat dan normalisasi permintaan usai Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Faktor lain yang memengaruhi adalah kenaikan harga bahan baku dan ketatnya persaingan di berbagai sektor usaha.

Baca Juga: Perangi Kejahatan Siber, BRI Perkuat Keamanan dan Edukasi Nasabah

Survei ini juga mengungkapkan bahwa lima komponen Indeks Bisnis UMKM mencatat skor di atas 100, sementara tiga lainnya turun di bawah angka tersebut.

Terutama, indeks volume produksi/penjualan berada di 94,1, nilai penjualan di 96,1, dan tenaga kerja di 99,2. Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya harga barang input dan berkurangnya permintaan.

Menjelang musim tanam dan perayaan Natal serta Tahun Baru, sektor pertanian dan sektor hotel serta restoran mengalami kontraksi. Sebaliknya, sektor konstruksi berada pada posisi tertinggi dengan indeks 116,3, ditopang oleh proyek pemerintah dan cuaca kondusif.

Baca Juga: ICRS Gelar Lokakarya Pengayaan Wacana Agama dan Keragaman Bagi Penyuluh Agama di Kupang

Menariknya, meski optimisme terhadap Q4-2024 tetap tinggi dengan Indeks Ekspektasi Bisnis UMKM mencapai 122,3, tingkat kepercayaan UMKM terhadap kemampuan pemerintah sedikit menurun.

Hal ini terlihat dari Indeks Kepercayaan Pelaku Usaha (IKP) yang turun 4,6 poin ke 125,9, dengan penilaian terendah pada kemampuan pemerintah dalam menstabilkan harga barang dan jasa.

Dengan lebih dari 7.000 responden UMKM di seluruh Indonesia, survei ini juga berfungsi sebagai sistem peringatan dini (EWS) bagi pelaku UMKM dan pemerintah untuk mengantisipasi tantangan ke depan, khususnya dalam menjaga stabilitas daya beli dan harga bahan baku.***

Tags

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB